United for Peace 2023, Aliansi Perdamaian Libatkan 208 Peserta
KAREBANUSA.COM, Makassar - Aliansi Perdamaian melaksanakan rangkaian United For Peace dari September hingga November 2023.
Aliansi Perdamaian adalah ruang interaksi dan kolaborasi bagi organisasi, komunitas, dan lembaga yang memiliki kepedulian atas isu-isu perdamaian.
Ruan interaksi ini merupakan gabungan lebih dari 70 organisasi yang berkarya sejak 2018.
Rangkaian kegiatannya yaitu dimulai dengan Peace Gathering yang dilaksanakan 21 September, tepat di Hari Perdamaian Internasional.
Selain itu, acara ini disambung oleh Peace and Cultural Night pada 24 September 2023.
Kedepannya akan ada rangkaian acara lain selama Oktober hingga November yaitu Peace Education, Peace with Nature, dan Pemilu Damai.
Acara Peace Gathering dihadiri oleh berbagai aktivis damai, salah satunya adalah Yonggris Lao dari Permabudhi.
Yonggris Lao mengatakan, “Kita semua harus menjadi batu bata perdamaian yang terus membangun perdamaia."
Selain itu, Peace Gathering juga melibatkan performa dongeng, Aru, dan juga penulisan harapan perdamaian. Acara ini dilaksanakan secara online dan dihadiri lebih dari 60 orang.
Sementara itu, Peace and Cultural Night dilaksanakan secara offline di Tamana Tallasa City pada 19.30 hingga 22.30 Wita.
Acara ini dimeriahkan tarian dari Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome, puisi dari IMMIM Putra, Dongeng Damai oleh Vassilisa Agatha dan Muliadi Hustim, pembagian bibit, orasi damai, penyalaan lilin perdamaian, dan lainnya.
Salah satu orasi damai dilaksanakan oleh perwakilan organisasi perempuan yaitu Lusia Palulungan dari Yayasan Rumah Mama.
Lusia mengatakan bahwa walau telah dilaksanakan sejak 2018, acara ini baru melibatkan 70 organisasi.
“Artinya, kita harus terus berjuang untuk melibatkan lebih banyak organisasi, dan menjangkau orang-orang di luar lingkaran organisasi perdamaian,” ujarnya.
Selain Lusia Palulungan, ada 3 tokoh damai lainnya yang melakukan orasi. Mereka adalah perwakilan Permabudhi, perwakilan pemuda, dan perwakilan Guardians of Peace,.
Acara Peace and Cultural Night ini ditutup dengan menyalakan lilin perdamaian yang juga diikuti oleh pengunjung Tamana Tallasa City.
Selain dari Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome, ada juga Barong Sai, penampilan budaya juga diberikan oleh UNM berupa Aru, ada pula tari Toraja dari Salapang Art, dan banyak lagi. Ada sekitar 148 orang peserta baik itu dari masyarakat umum maupun tamu undangan.
Jika ditotal, sudah 208 penerima manfaat dari acara pembukaan United for Peace 2023, yaitu Peace Gathering dan Peace and Cultural Night.
Mudrikah Zulkifly sebagai Officer KITA Bhinneka dan Sekretaris United for Peace juga mengatakan bahwa kegiatan peace and cultural night ini merupakan gerakan perdamaian yang mudah diterima oleh masyarakat secara luas.
Menurutnya, penyampaiannya melalui berbagai metode mulai dari seni, puisi, dan orasi yang berisi pesan perdamaian.
Mudrikah menambahkan, ”Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dari United For Peace 2023, dan kedepannya juga akan ada banyak kegiatan yang ditargetkan untuk menyentuh setiap lapisan masyarakat dengan beragam target usia.”
Koordinator UFP 2023, Sabhadinmenyampaikan jika kegiatan itu dalam rangka menyambut hari Perdamaian Internasional.
"Kita telah menghadapi momentum politik dan kita sangat berharap bahwa apapun perbedaan pilihan politik, kita harus tetap saling menghargai dan menghormati. Sehingga kita bisa menjaga situasi harmonis dan mewujudkan perdamaian meski dalam situasi demokrasi politik 2024," ucap pria yang akrab disapa Abu.
Dian Aditya Ning Lestari sebagai peserta Peace and Cultural Night mengatakan, acara ini sangat inklusif karena melibatkan anak jalanan serta orang tua anak dengan Down Syndrome.
"Ini membuktikan Peace and Cultural Night memang untuk semua kalangan,” ujar Dian.
Peace and Cultural Night berlangsung secara meriah karena diakhiri dengan bersama-sama menyalakan lilin perdamaian sembari mengucapkan kata-kata perdamaian dengan harapan perdamaian bisa diwujudkan secara bersama-sama.(*)
Tags: Aliansi Perdamaian Hari Perdamaian Internasional United for Peace
