Alunmi UNM, Abd Rahman atau yang akrab disapa Gusdur. - foto: dok pribadi

KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Abd Rahman atau yang akrab disapa Gusdur, menyampaikan keprihatinannya terhadap dinamika yang terjadi di kampus almamaternya. 

Ia menilai aksi demonstrasi mahasiswa yang hampir setiap pekan berlangsung, terutama terkait kasus dugaan pelecehan yang melibatkan Rektor UNM nonaktif, perlu dievaluasi.

Dalam keterangannya, alumni Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan UNM itu menyoroti lokasi unjuk rasa yang kerap berlangsung di Jalan AP Pettarani, jalur utama yang selalu ramai dilalui masyarakat.

“Saya pribadi prihatin dengan aksi unjuk rasa yang mengganggu masyarakat yang mengakses jalan tersebut. Seharusnya mahasiswa menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada Kemendikbudristek dan pihak kepolisian,” ujar Gusdur dalam pernyataan tertulis, Selasa (21/11/2025).

Aksi Dinilai Tidak Lagi Efektif

Gusdur menilai demonstrasi yang dilakukan mahasiswa UNM secara berulang hingga dua kali sepekan sudah tidak lagi efektif sebagai penyampaian aspirasi publik.

“Aksi yang tiap minggu sudah bukan lagi aspirasi, tetapi terlihat ada kepentingan politik internal kampus yang dibawa ke jalan,” tegasnya.

Ia menilai tuntutan yang disuarakan mahasiswa rawan ditunggangi kepentingan tertentu sehingga berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat sekitar.

Isu Jas Almamater Juga Disorot

Selain aksi demonstrasi, Gusdur juga menyinggung polemik seragam almamater mahasiswa baru UNM yang belum tuntas hingga kini. Namun, menurutnya, persoalan tersebut terlalu dibesar-besarkan.

“Mahasiswa baru biasanya bersabar menunggu selesainya jas almamater. Tetapi ini dibesar-besarkan oleh pengurus lembaga kemahasiswaan,” ujarnya.

Seruan untuk Tidak Mengganggu Publik

Gusdur berharap seluruh pihak mengedepankan penyelesaian masalah secara hukum tanpa menciptakan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

“Kalau memang ada bukti kuat, laporkan ke aparat penegak hukum. Jangan ganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat,” tutupnya.(*)



Tags: Universitas Negeri Makassar (UNM)

Baca juga