Kebakaran aparteman di Hongkong - SC IG

  • 44 orang tercatat meninggal dunia, termasuk diantaranya petugas  pemadam kebakaran
  • 45 orang dikaporkan kritis dan dirawat di rumah sakit
  • 900 orang mengungsi
  • Api cepat menyebar, material styrofoam ditemukan di dalam bangunan.
  • Otoritas akan melakukan penyelidikan untuk ungkap penyebab kebakaran mematikan tersebut.


KAREBANUSA.COM - Kebakaran hebat di wilayah Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). 

Kompleks apartemen di wilayah tersebut terbakar mulai pukul 14.41 waktu setempat dan api dengan cepat menyebar. Hingga Rabu malam, api masih membakar sejumlah bangunan.

Akibat kebarakan ini, hingga Kamis (27/11/2025) pagi, dilaporkan ada 44 orang meninggal dunia. Selain itu, 45 orang dalam kondisi kritis, dan 279 orang hilang. 

Wakil direktur Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan, merinci: 40 orang meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara 4 orang lainnya meninggal di rumah sakit. 

Api pertama kali dilihat pukul 14.41 waktu setempat dan langsung membesar menyebar ke bangunan disakitarnya.

Apalagi, saat itu masih banyak tiang bambu dan jaring hijau sisa renovasi yang dilakukan sejak Juli 2024.

Kepulan asap hitam mengepul tinggi ke langit di lokasi kejadian di Wang Fuk Court, menyebar dengan cepat ke tujuh dari delapan blok di perumahan tersebut.

Presiden Xi Jinping menyampaikan belasungkawa dan menyerukan "upaya (pemadaman) habis-habisan" untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian.

Hingga Kamis (27/11/2025) di hari sekira pukup 05.00 Waktu setempat, api belum juga kunjung padam.

Ini adalah kebakaran paling mematikan yang terjadi di Kota Tai Po dalam tiga dekade terakhir. 

Api telah membara selama 15 jam dan melahap apartemen 32 lantai yang dilapisi dengan perancah bambu yang mudah terbakar.

Polisi mengatakan mereka menerima beberapa laporan tentang orang-orang yang terjebak di gedung tempat kebakaran dimulai, dengan seorang pria dan seorang wanita dilaporkan tidak sadarkan diri dan menderita luka bakar.

Dilansir dari scmp.com, kebakaran awalnya diklasifikasikan sebagai kebakaran alarm No. 1 tetapi dengan cepat dinaikkan ke No. 4 pada pukul 15.34 dan kemudian ke level tertinggi No. 5 pada pukul 18.22. 

Di Hong Kong, kebakaran dinilai pada skala satu sampai lima, dengan angka yang lebih tinggi menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Video kebakaran tersebar di media sosial. Beberapa tayangan memperlihatkan perancah bambu di luar beberapa flat gedung dilalap api, dengan bagian-bagian jaring perancah hijau yang terbakar jatuh ke tanah.

Perancah semacam itu umumnya digunakan untuk pekerjaan konstruksi dan renovasi. Dilaporkan, Gedung ini direnovasi sejak Juli 2024

Belum diketahui dengan pasti penyebab kebakaran tersebut. Pihak berwenang tengah menyelidiki untuk menemukan penyebab pasti. 

Pihak berwenang telah berjanji untuk menggelar investigasi skala penuh, termasuk penyelidikan kriminal.

Dikutip dari CNA, Derek Armstrong Chan mengaku kesulitan memadamkan api di gedung lantai atas. 

"Dalam kegelapan, hal itu akan menimbulkan bahaya dan kesulitan tambahan bagi operasi kami, dan hingga saat ini, suhu di dalam lokasi kebakaran masih sangat tinggi. Jadi, kami kesulitan untuk mencapai lantai atas dua gedung tersebut," kata Chan. 

Kepala eksekutif kota setempat, John Lee mengatakan prioritas utama mereka saat ini adalah menyelamatkan warga yang terjebak. 

Untuk diketahui, kompleks apartemen di Wang Fuk Court itu terdiri dari delapan gedung pencakar langit dengan hampir 2.000 unit. Aparteman ini dibuka pada tahun 1983.

Gedung-gedung tersebut memang tengah menjalani serangkaian renovasi besar-besaran sejak Juni 2024. 

Sebanyak tujuh dari delapan tower apartemen ini terbakar.

Saksi menuturkan banyak warga yang tinggal di kompleks ini merupakan lansia.

Material Dipertayakan

Dalam pemeriksaan, petugas kepolisian menemukan papan polistiren dan styrofoam yang menghalangi jendela serta beberapa material di bawah standar lainnya sehingga membuat api begitu cepat menyebar. 

Mereka juga menemukan jaring dan bahan pelindung di bagian luar gedung yang tampaknya tidak tahan api.

Polisi mengatakan bahwa pada gedung yang tidak terdampak kebakaran, setiap lantai dilengkapi jaring pelindung, terpal tahan air, dan kain plastik. Material-material ini kemungkinan tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.

Di setiap lantai, material styrofoam digunakan untuk menutup jendela, yang dapat menyebabkan api menyebar dengan cepat.

"Papan polistirena ini sangat mudah terbakar dan membuat api menyebar dengan sangat cepat," kata Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, seperti dikutip CNN.

"Keberadaan papan tersebut tidak biasa, sehingga kami telah menyerahkan temuan ini kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut," tambah Yeung.

Sementara itu, otoritas perumahan kota akan memeriksa apakah lapisan pelindung yang digunakan untuk menutupi gedung-gedung selama proses renovasi memiliki ketahanan api yang memadai.

Diduga, api cepat menjalar dari satu gedung ke gedung lainnya karena angin dan puing-puing yang berterbangan. 

Dikutip AFP, kebakaran menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa dekade di Hong Kong, wilayah dengan beberapa blok apartemen tertinggi dan terpadat di dunia.

(*)


Tags: Hongkong Kebakaran kebakaran apartemen

Baca juga