KAREBANUSA.COM Makale - Pemerintah komitmen untuk memberikan akses Pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah di Tanah Air, termasuk di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Komitmen ini terlihat dengan dihadirkannya Sekolah Rakyat (RK).

Di Tana Toraja, Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 62 ini berada di Gedung SKB Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek, sekitar 13 km dari Makale, ibu kota Tana Toraja. Jarak temupuh dari Makale ke Ge'tengan sekira 22 menit.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja telah mendidik  73 siswa, yang terdiri dari 25 siswa tingkat SD dan 48 siswa tingkat SMA.

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja, Helena Angelia, mengungkapkan siswa Sekolah Rakyat ini berasal dari berbagai wilayah, termasuk dari daerah paling jauh di perbatasan Tana Toraja, yakni Simbuang dan Mappak.

"Ada 2 siswa dari sana," ucap Helena yang juga Humas Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja, Rabu (14/12/2026).

Karena siswanya berasal dari berbagai wilayah, maka Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja menerapkan sistem asrama. 

Saat ini terdapat dua wali asrama laki-laki dan satu wali asrama perempuan, serta tujuh wali asuh yang terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki.

Helena menjelaskan, untuk jenjang SD dengan total 25 siswa dibagi dalam tiga rombongan belajar (rombel) berdasarkan fase pembelajaran. 

Fase A mencakup kelas 1 dan 2. Kemudian Fase B kelas 3 dan 4. Adapun Fase C untuk kelas 5 dan 6.

Jenjang SD ini mulai belajar pukul 07.00 Wita dengan waktu belajar berbeda tiap fase. Fase A belajar hingga pukul 11.30 Wita, sementara Fase B dan C hingga pukul 14.00 Wita. 

Untuk jenjang SMA membuka kelas 10 dan kelas 11 dengan jumlah 47 siswa.

Kelas 10 berjumlah 46 siswa dan dibagi dalam dua rombel. Sedangkan kelas 11 hanya memiliki satu siswa. 

"Untuk SMA, jam belajar dimulai pukul 07.00 sampai 15.30 WITA, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler pada pukul 16.00 hingga 17.00 WITA," ucapnya.

Helena menambahkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja memiliki 14 guru mata pelajaran dan tiga guru agama. Dari jumlah itu, baru satu orang berstatus guru tetap.

Selain itu, ada guru yang mengajar lintas jenjang. Dalam artian, guru yang mengajar di SMA juga ikut mengajar di jenjang SD.

"Kami saling melengkapi,” ujar Helena.

(*)


Tags: Sekolah Rakyat Tana Toraja

Baca juga