KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Aktor sekaligus presenter Raffi Ahmad mengajak masyarakat mendukung karya anak bangsa dengan menonton film animasi “Pelangi di Mars”.

Ajakan ini disampaikan saat special screening dan konferensi pers di XXI Nipah, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/3/2026) siang.

Pada kesempatan itu, Raffi Ahmad turut mengajak keluarganya menyaksikan film tersebut bersama masyarakat Makassar. Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan industri kreatif nasional yang kian menunjukkan kualitas.

Raffi menilai film ini menjadi bukti bahwa kualitas animasi Indonesia telah berada di level tinggi setelah melalui proses produksi panjang hampir lima tahun termasuk dua tahun pengerjaan intensif.

“Ini membuktikan bahwa anak negeri bisa membuat film animasi dengan kualitas luar biasa, prosesnya panjang, total hampir lima tahun, dengan dua tahun produksi, hasilnya benar-benar membanggakan,” ujar Raffi.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi momentum penting bagi industri animasi Tanah Air untuk terus berkembang dan mendapat tempat di kancah global.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menjadikan film animasi lokal sebagai pilihan utama hiburan keluarga.

Sementara itu, sutradara film “Pelangi di Mars”, Upie Guava, menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar berani bermimpi besar dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Pesan saya untuk anak-anak Indonesia, jangan pernah takut bermimpi besar dan terus percaya pada kemampuan diri sendiri, industri kreatif termasuk animasi adalah lahan subur untuk anak-anak Indonesia yang kreatif dan gigih, melihat film seperti Pelangi di Mars yang dikerjakan hampir lima tahun membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat kolaborasi bisa menghasilkan karya kelas dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan generasi muda perlu terus belajar, berani mencoba, dan saling mendukung dalam berkarya demi menciptakan karya besar yang membanggakan Indonesia.

Upie juga menjelaskan bahwa film ini dirancang sebagai medium untuk membangun kembali imajinasi anak-anak Indonesia, khususnya dalam bercita-cita menjadi astronot dan penjelajah luar angkasa.

“Film ini kami bangun untuk mendesain ulang mimpi anak Indonesia supaya kembali mau bermimpi, bahkan menjadi astronot, kita harus percaya diri, kita keren, dan kita bisa memimpin dunia,” tambahnya.

Ia menegaskan konsep luar angkasa seperti Mars memang masih jauh, namun bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai dengan kerja keras dan kolaborasi.

“Konsep Mars itu memang masih jauh, tapi bukan berarti tidak mungkin, dengan film Pelangi di Mars pesan yang disampaikan adalah menghidupkan kembali mimpi anak-anak Indonesia untuk jadi astronot, peneliti, atau inovator yang bisa mengharumkan nama bangsa, hal-hal yang belum tercapai justru bisa jadi motivasi karena dengan kerja keras, kolaborasi, dan semangat, mimpi-mimpi itu bisa diwujudkan,” jelasnya.

Produser Mahakarya Pictures Dendi Reynando menilai film menjadi medium penting dalam membentuk imajinasi dan masa depan generasi muda Indonesia.

“Kalau hari ini mereka terinspirasi oleh film-film sci-fi dan animasi lokal, mereka bisa tumbuh jadi generasi yang berani berinovasi dan membangun teknologi baru, mungkin saja di 2045 Indonesia sudah punya para ilmuwan, insinyur, dan kreator hebat yang lahir dari inspirasi hari ini, yang penting kita terus dukung mereka, berikan ruang untuk belajar, berimajinasi, dan mengejar mimpi,” ujarnya.

Aktris cilik Messi Gusti yang memerankan tokoh Pelangi mengaku menghadapi tantangan saat proses syuting terutama ketika mengenakan kostum luar angkasa yang cukup berat.

“Kan harus pakai baju ruang angkasa, nah itu cukup berat bajunya dan menantang, namun proses syutingnya sangat seru,” ungkapnya.

Film produksi Mahakarya Pictures ini mengusung genre fiksi ilmiah keluarga dengan perpaduan live action dan animasi yang dikembangkan menggunakan teknologi Extended Reality (XR).

Kehadiran “Pelangi di Mars” menjadi simbol bahwa imajinasi anak bangsa dapat berkembang menjadi karya nyata seiring kemajuan teknologi dan keberanian generasi muda untuk bermimpi lebih tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Sinopsis Film 'Pelangi di Mars'



Film ini berkisah tentang Pelangi (Keinaya Messi Gusti), seorang gadis berusia 12 tahun yang merupakan manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars yang dikenal dengan julukan Planet Merah. 

Setelah koloni manusia memilih untuk meninggalkan Mars, Pelangi pun ditinggalkan oleh ibunya, Pratiwi, yang diperankan oleh Lutesha. 

Pelangi tumbuh besar tanpa pernah mengenal Bumi, dan seluruh hidupnya dihabiskan di planet merah yang tandus dan sunyi.

Hidup di koloni luar angkasa dengan segala keterbatasan teknologi dan lingkungan yang keras membentuk karakter Pelangi menjadi sosok yang tangguh.

Ia harus bertahan hidup seorang diri dengan kenangan tentang keluarganya, mengandalkan keberanian dan rasa ingin tahu di tengah kesunyian luar angkasa.

Namun, kesendiriannya menjadi inti dari kisah yang menyentuh dan penuh petualangan dalam film ini.

Cerita berkembang saat Pelangi harus menghadapi tantangan besar yang mengancam keselamatan koloni manusia di Mars dan Bumi. 

Kisah yang awalnya sunyi berubah total ketika Pelangi menemukan sekelompok robot tua yang selama ini tertinggal di Mars. 

Pertemuan tersebut memulai petualangan luar biasa yang mempertemukan manusia dan teknologi dalam misi menyelamatkan masa depan umat manusia melalui mineral langka bernama Zeolith Omega.

Di tengah situasi genting tersebut, Pelangi menunjukkan kegigihan dan keberanian luar biasa demi menyelamatkan dunia.

Para Pemeran Film 'Pelangi di Mars'

Tokoh Pelangi diperankan oleh Keinaya Messi Gusti, yang menjadi pusat cerita sebagai anak pertama yang lahir di Mars. 

Ia membawa beban cerita dan emosi dalam film dengan keberanian dan kepolosan khas anak seusianya.

Karakter ibunya, Pratiwi, diperankan oleh Lutesha, memberikan kedalaman emosional sebagai sosok yang harus meninggalkan anaknya demi keselamatan. 

Pemeran lainnya adalah Rio Dewanto, Myesha Lin Adeeva Afsheen, dan Livy Renata, yang turut memperkaya dinamika karakter di dalam film.

(*)


Tags: film animasi film Indonesia 2026 film keluarga Film Pelangi di Mars Indonesia Emas 2045 Pelangi di Mars Raffi Ahmad teknologi XR Upie Guava

Baca juga