KAREBANUSA.COM, MAKASSAR – Area lantai dasar Trans Studio Mall Makassar di Jalan Metro Tanjung Bunga dipenuhi karya batik dan aktivitas kreatif anak-anak Down Syndrome dalam Pameran Batik KOADS Sulsel bertajuk 'Motif Tanpa Batas", Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian aktivitas kreatif yang sebelumnya digelar selama tiga hari di Benteng Rotterdam pada 18–20 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan pameran di NIPAH Mall pada 29 Agustus 2026.

Ketua Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS) Sulawesi Selatan, Rahmatullah, mengatakan kegiatan puncak tersebut memadukan proses membatik secara langsung dengan fashion show sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan karya anak-anak.

"Hari ini adalah hari puncak dari serangkaian kegiatan kami. Sebelumnya, kami telah sukses menjalani beberapa tahapan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan, termasuk pameran di NIPAH Mall, Jalan Urip Sumoharjo pada tanggal 29 Agustus kemarin," kata Rahmatullah. 

"Namun, fondasi utama dari karya-karya ini terbentuk selama tiga hari intensif di Benteng Rotterdam pada tanggal 18, 19, dan 20 Agustus lalu. Kegiatan hari ini memadukan proses membatik langsung dan fashion show sebagai bentuk perayaan atas kerja keras anak-anak," ujar ibu berjilbab ini.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan proses pembelajaran membatik yang melibatkan belasan anak KOADS bersama orang tua dan relawan di kawasan Benteng Rotterdam.

Selama kegiatan, para peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik membatik, mulai dari penggunaan canting hingga teknik cap dan ciprat dengan pendampingan dari relawan serta pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Proses tersebut tidak hanya menjadi sarana mengembangkan kreativitas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melatih fokus, keberanian, dan kemampuan mengekspresikan diri melalui karya seni.

Perwakilan program Kota Kita, Bima, yang turut mendampingi KOADS Sulsel sejak rangkaian kegiatan dimulai, menilai ruang berkarya menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan publik yang inklusif.

"Kami melihat Kegiatan dengan tema ‘Motif Tanpa Batas’ yang diinisiasi oleh KOADS ini bukan hanya sekedar acara, tetapi bagaimana adik-adik dengan Down Syndrome mendapatkan ruang untuk berkarya dan mengekspresikan diri melalui membatik, fashion show, dan tari," ucap Bima. 

"Kami juga percaya bahwa ini bukan hanya tentang menampilkan hasil karya, tetapi tentang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menunjukkan kemampuan dan mengambil bagian dalam ruang publik," ungkap Bima.

Ia menilai kegiatan tersebut juga memiliki makna lebih luas karena inklusi tidak sebatas memberikan akses terhadap fasilitas, tetapi juga membuka kesempatan bagi setiap individu untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan.

"Kegiatan seperti ini penting karena inklusi bukan hanya soal akses terhadap fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana kita menciptakan ruang agar setiap orang bisa berpartisipasi, berkarya, dan didengar. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi menjadi awal serta bagian dari perubahan cara kita melihat difabel, bukan dari keterbatasannya, tetapi dari potensi, karya, dan kontribusinya dalam kehidupan kota."

Dapat Dukungan Pelatihan Batik Ciprat

Pengembangan keterampilan peserta juga mendapat dukungan teknis dari Kepala Balai Sentra Wirajaya yang sebelumnya memberikan pelatihan batik ciprat kepada anak-anak KOADS.

Kepala Balai Sentra Wirajaya mengapresiasi hasil karya peserta sekaligus berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat terciptanya lingkungan masyarakat yang semakin inklusif.

"Tentu kami sangat bangga dan mendukung kegiatan pameran karya anak-anak down syndrome berupa batik ciprat. Semoga melalui kegiatan ini dapat menciptakan masyarakat kota Makassar yang semakin inklusif, melalui pelibatan, partisipasi serta pemberian kesempatan yang setara kepada anak-anak DS," ujarnya.

Fashion Show dan Demonstrasi Membatik

Puncak kegiatan di Trans Studio Mall Makassar berlangsung meriah dengan pameran kain batik, fashion show, serta demonstrasi proses membatik yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

Anak-anak KOADS tampil percaya diri memperagakan busana berbahan batik hasil kreasi mereka di hadapan pengunjung yang memadati area kegiatan.

Selain fashion show, peserta juga memperlihatkan proses membatik dan berinteraksi langsung dengan pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh teknik serta proses pembuatan karya tersebut.

Interaksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat secara langsung kemampuan anak-anak Down Syndrome sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya kesempatan yang setara di ruang publik.

Kolaborasi Dorong Ruang Inklusif

Pelaksanaan Pameran Batik KOADS Sulsel turut didukung berbagai pihak, di antaranya program Kota Kita, Sentra Wirajaya, Trans Studio Makassar, serta RA Event Planner sebagai penyelenggara kegiatan.

Perwakilan RA Event Planner mengatakan pihaknya bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak KOADS untuk berkreasi dan mengembangkan potensi.

"Kami selaku penyelenggara acara sangat berterima kasih sudah mempercayai kami, RA Event Planner, untuk dipilih sebagai wadah tempat untuk berkreasi, berimprovisasi, dan tumbuh berkarya bersama. Melihat senyum bahagia anak-anak KOADS dan kepuasan orang tua mereka adalah bayaran tertinggi bagi tim kami. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk menciptakan lebih banyak ruang inklusif di Makassar," ujarnya.

Kolaborasi lintas komunitas, pemerintah, penyelenggara kegiatan, dan pengelola ruang publik tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan kegiatan serupa yang memberikan kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi.

Ketua KOADS Sulsel, Rahmatullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan tersebut sejak proses pelatihan hingga pameran.

"Alhamdulillah, dari proses yang penuh tantangan ini, lahirlah karya-karya luar biasa yang membawa pesan bahwa setiap anak memiliki potensi, setiap tangan mampu berkarya, dan setiap karya memiliki cerita. Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita kami."

Pameran “Motif Tanpa Batas” diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pameran karya, tetapi menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi dan membangun perspektif masyarakat yang melihat penyandang disabilitas dari potensi, karya, dan kontribusinya.

(*)


Tags: Batik Ciprat Down Sindrom Down Syndrome Makassar KOAD Sulsel KOADS Makassar pameran batik Pameran Batik KOADS Sulsel Trans Studio Mal

Baca juga