Ilustrasi - foto: int


KAREBANUSA.COM, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk enam perusahaan  yang memenuhi kriteria sebagai Pemungut  Pajak  Pertambahan  Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektonik (PMSE)atas produk digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

Enam pelaku usaha tersebut yakni Shutterstock Inc, Shutterstock Ireland Ltd, Fenix International Limited, Bold LLC, High Morale Developments  Limited, dan Aceville Pte Ltd.

Dengan penambahan enam perusahaan tersebut, maka pemungut PPN PMSE yang telah ditunjuk DJP  menjadi 81 badan usaha. DJP terus melakukan pengawasan secara intensif kepada Pemungut PPN PMSE. Hingga akhir Juli 2021, realiasi penerimaan PPN PMSE tahun 2021 terkumpul sebesar Rp 2,2 triliun.

“Dengan penunjukan perusahaan ini,maka mulai 1 Agustus 2021 para pelaku usaha tersebut  berkewajiban memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Neilmaldrin Noor.

Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

Pemungutan  PPN  PMSE  ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi semua pelaku usaha khususnya antara pelaku di dalam negeri maupun di luar negeri, serta antara usaha konvensional  dan usaha digital.

DJP mengapresiasi langkah-langkah proaktif yang dilakukansejumlah perusahaan yang telah ditunjuk  sebagai  pemungut  PPN. DJP juga terus menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang  menjual produk  digital luar negeri kepada konsumen di Indonesia sehingga diharapkan jumlah perusahaan yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN produk digital akan terus bertambah.(*)


Tags: Pajak Pemungut PPN PMSE PPN

Baca juga