BI Dorong Pariwisata Sulsel Berkembang Seperti Labuan Bajo
Kepala BI Wilayah Sulsel, Causa Iman Karana, foto bersama wartawan di atas Pulau Padar. - foto: istKAREBANUSA.COM, Labuan Bajo - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan mendorong pariwisata di Sulsel bisa berkembang lagi. Hal ini disampaikan Kepala BI Perwakilan Sulsel, Causa Iman Karana, saat membuka pelatihan Wartawan di Hotel LaPrima, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelatihan ini digelar selama tiga hari, 13-15 Juni 2022. Lokasi pelatihan segaja digelar di Labuan Bajo sekaligus mengajak wartawan untuk melihat destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Pulau Komodo.
Causa Iman Karana yang biasa disapa Pak CIK mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata di Sulsel melalui media agar bisa dikenal hingga manca negara.
Ia mengambil contoh Labuan Bajo. Daerah ini baru menjadi magnet dunia belum lama ini. Namun, perkembangannya sangat pesat karena pemberitaan dan promosi melalui media massa dan media sosial.
BI optimis pariwisata Sulsel pun bisa lebih berkembang karena memiliki beragam destinasi, baik keindahan alam maupun budaya.
"Makanya kami bawa wartawan ke sini untuk melihat langsung perkembangan pariwisata di Labuan Bajo dan ini bisa menjadi acuan pemerintah Sulsel untuk makin memperbaiki infrastruktur agar pariwisata Sulsel dilirik mata dunia," katanya.
Pak CIK menambahkan bahwa pariwisata kini menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Roda perekonomian akan berputar baik jika objek wisata ramai dikunjungi wisatawan.
UMKM juga akan berkembang. Dan, mata rantai ini akan memperbaiki tingkat ekonomi masyarakat.
Pelatihan ini diikuti 45 wartawan di Sulsel. Jurnalis Sulsel ini pun mendapat tips jitu dari wartawan senior, Elba Damhuri.
Wartawan Republika ini mengatakan bahwa membuat konten wisata online ternyata bisa menghasilkan uang. Ya, di era kemajuan teknologi sekarang ini, sangat memungkinkan meraup cuan dari menulis dan mengekspose tentang destinasi wisata.
"Konten yang mendatangkan income, salah satunya wisata, tidak hanya destinasi tapi juga termasuk produk-produm lokal seperti kopi, kain tenun, kerajinan tangan, bahkan cerita-cerita mistis pun bisa menjadi daya tarik," katanya.
"Nah, ketika Sulsel jadi magnet wisata, maka masyarakat harus bisa membiasakan hal-hal baru sehingga tidak membuat wisatawan menjadi jenuh," tambahnya.
Peserta pelatihan berkesempatan menikmati indahnya pemandangan di Pulau Padar dan bertemu langsung dengan Komodo di Pulau Komodo.(*)
Tags: Bank Indonesia (BI) Bantaeng Labuan Bajo Pulau Komodo Pulau Padar Taman Nasional Pulau Komodo
Baca juga
- Bank Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Resisten di Tengah Gejolak Global
- Tiga Warna Media Network Gandeng BI, OJK, dan LPS Edukasi IRT Soal Keamanan Tabungan
- Tunggak Pajak, KPP Pratama Bantaeng Sita Tujuh Unit Rumah Milik PT KPS di Gowa Senilai Rp 2,1 Miliar
- Sukseskan Event KTT ASEAN Ke-42 di Labuan Bajo, XL Axiata Siagakan 50 BTS
- Artpro Organizer Gelar Tren Hijab Road to Indonesia Moslem Fashion Expo 2023
